Posts from the ‘pembelajaran’ Category

membuat anak cinta matematika

Selama ini banyak kalangan yang menganggap matematika sebagai ilmu yang sulit. Namun dalam pendidikan formal di lingkungan sekolah matematika sudah menjadi materi pokok yang penting untuk diajarkan. Bahkan, matematika dijadikan sebagai tolok ukur kelulusan siswa dengan diujikan dalam ujian nasional serta diajarkan di semua jenjang pendidikan dan jurusan. Sehingga, siswa “merasa” wajib menguasai ilmu matematika karena menjadi salah satu pintu kelulusan menuju jenjang sekolah lebih tinggi.
Akan tetapi, sebagian besar siswa menganggap matematika sebagai pelajaran yang sukar dan menakutkan, sehingga menjadi momok tersendiri bagi mereka. Padahal, matematika sangat berguna bagi semua orang dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari pedagang, tukang kas, tukang parker, bahkan pengemis sekalipun  menggunakan matematika untuk menghitung penghasilan dari profesi mereka.
Selain itu, matematika merupakan kunci dari semua pelajaran sains, karena matematika merupakan dasar dari ilmu-ilmu lain, terutama ilmu yang berkutat dengan angka dan hitung-hitungan. Sehingga, belajar matematika secara tidak langsung juga membuka pintu bagi ilmu-ilmu eksak lainnya.
Permasalahannya sekarang adalah bagaimana cara belajar yang baik agar siswa tidak hanya mudah memahami matematika, tetapi juga mencintainya. Salah satu hal yang menjadi kendala untuk membuat agar matematika tidak lagi menjadi momok menakutkan bagi siswa terletak pada metode pembelajaran yang digunakan. Harus diakui, selama ini memang tidak mudah mengajarkan matematika kepada siswa. Perlu kesabaran dan kegigihan yang tinggi untuk memahamkan konsep-konsep matematika pada mereka.
Read more…

Pendidikan Karakter Bangsa

PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KARAKTER BANGSA

“Saat kita memasuki melenium baru, ingatlah baik-baik bahwa ukuran kemajuan suatu negara bukanlah besarnya pendapatan nasional, kemajuan teknologi, atau kekuatan militernya, melainkan karakter penduduknya”

(Thomas Lickona, 2008)

Pendidikan karakter menjadi penting bila kita ingin dikategorikan sebagai negara maju. Indonesia dikatakan termasuk negara yang kaya raya akan sumber alam. Tetapi apakah artinya kekayaan alam tersebut jika dikelola oleh aparat yang berkarakter kurang baik, bukannya memberikan kesejahteraan bagi rakyatnya, malah mungkin menyebabkan kehancuran negeri itu.

Pembangunan karakter yang merupakan upaya perwujudan amanat pancasila dan Pembukaan UUD 1945 dilatarbelakangi oleh realita permasalahan kebangsaan yang berkembang saat ini. Sebagaimana diketahui bahwa akhir-akhir ini Indonesia dipenuhi dengan pemberitaan tentang korupsi yang dilakukan oleh para aparat-aparat negara, dan para anggota dewan yang (katanya) terhormat. Hal ini adalah salah satu contoh nyata buruknya karakter para aparat di pemerintahan. Kerusakan yang terjadi mungkin tidak melibatkan semua orang aparat dan para anggota dewan, tetapi sebagian kecil aparat yang bersih tertutup oleh banyaknya aparat yang mengaku dirinya “bersih”.

Tentunya kita tidak mengharapkan ini akan berlangsung lama di Indonesia tercinta. Solusinya adalah perbaikan total dan pembangunan karakter yang baik kepada semua sumber daya manusia di Indonesia. Diharapkan dengan pendidikan karakter dapat menjadikan Indonesia sebagai negara yang dikategorikan negara maju.

Read more…

Guru Kognitif atau Guru Kreatif


Guru…
Dahulu seorang guru adalah orang tunggal yang menguasai kelas dan proses pembelajaran. Namun, sistem pendidikan sekarang tidak membenarkan itu. Sekarang guru tidak berperan sentral dalam pembelajaran, melainkan siswa juga diharapkan dapat berperan aktif dalam pembelajaran dikelas. Guru bukanlah sebagai sumber ilmu tunggal bagi siswa, pendidikan sekarang menempatkan guru sebagai fasilitator bagi siswa untuk memperoleh ilmu pengetahuan. Banyak cara yang dilakukan para guru untuk dapat merealisasikan hal itu, mulai dari mengganti metode pembelajaran yang mengharuskan siswa lebih aktif hingga menggunakan media pembelajaran berbasis ICT.
Banyak upaya yang dilakukan oleh guru untuk membuat para siswa lebih aktif dalam pembelajaran sehingga pelajaran yang didapat bisa lebih berkesan. Hal ini pasti dilakukan dengan harapan agar lulusan yang dihasilkan adalah pribadi-pribadi yang baik, tangguh dan mampu bersaing dalam dunia kerja nantinya. Di Indonesia terdapat beberapa jenis guru. Saya setuju dengan 2 jenis guru yang dituliskan bapak RHENALD KASALI di majalah HADILA. Dua jenis guru tersebut adalah guru kognitif dan guru kreatif. Read more…

PPL

Program Pengalaman Lapangan (PPL)

Program Pengalaman Lapangan (PPL) adalah salah satu mata kuliah wajib yang harus ditempuh oleh mahasiswa semester VII di FKIP UMS. Kegiatan PPL mencakup praktik pembelajaran dan praktik persekolahan, serta diharapkan mampu membentuk kompetensi yang dipersyaratkan untuk menjadi guru yang profesional.

Pendidikan dalam arti sederhana adalah semua orang yang dapat membantu perkembangan kepribadian seseorang dan mengarahkannya pada tujuan pendidikan. Menekuni bidang profesi guru berarti seseorang harus menyadari bahwa tugas utamanya disamping mengajar juga mendidik. Seorang guru yang mengajar bukan hanya sekedar menekankan pada penguasaan pengetahuan dan skill saja, tetapi lebih dari itu harus dapat membawa kepada proses perkembangan kepribadian ke arah yang lebih sempurna dan terpadu. Program Pengalaman Lapangan (PPL) di SMP N 1 Kartasura oleh para mahasiswa jurusan pendidikan matematika FKIP UMS memberi kesempatan untuk menjadi calon guru yang profesional dan membantu menjadi calon guru yang bertanggung jawab terhadap nilai-nilai etis dari ilmu-ilmu yang diajarkan, nilai-nilai budi pekerti dan kepribadian yang manusiawi.

Read more…

Problem Posing

Model Pembelajaran Problem Posing

Menurut Trianto (2010: 53) model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur sistematik dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu dan berfungsi sebagai pedoman bagi perancang pembelajaran dan para guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran.

Dalam proses pembelajaran yang dilakukan di Indonesia bahkan dunia ada beberapa  model pembelajaran yang dapat digunakan oleh para pengajar sehingga dalam proses pembelajaran diharapkan mampu mencapai hasil yang diharapkan. Diantara model pembelajaran tersebut adalah model pembelajaran Problem Posing (pengajuan masalah). Read more…

Prestasi siswa

Prestasi Belajar

 

Menurut Tirtonegoro (2001: 43) dalam bukunya Anak Supernormal dan Program Pendidikannya berpendapat bahwa  “Prestasi belajar adalah penilaian hasil usaha kegiatan belajar yang dinyatakan dalam bentuk simbol, angka, huruf maupun kalimat yang dapat mencerminkan hasil yang sudah  dicapai oleh setiap anak dalam periode tertentu”.

Berdasarkan pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa prestasi adalah kemampuan belajar yang dinyatakan dalam bentuk angka dan merupakan pencerminan dari hasil belajar yang dicapai dalam periode tertentu. Sedangkan prestasi belajar matematika adalah keberhasilan yang telah dicapai oleh siswa setelah melalui proses belajar matematika yang ditunjukkan dengan peningkatan nilai dalam periode tertentu. Keberhasilan prestasi belajar siswa dapat dilihat dari pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan sehingga siswa mendapat nilai diatas standart kelulusan minimal dan mendapat nilai diatas rata-rata kelas.

Keaktifan siswa

Keaktifan Belajar Siswa

Pendidikan tradisional sebenarnya belum hilang dari dunia pendidikan kita, utamanya dalam proses belajar mengajar di kelas. Guru menjelaskan materi secara mendetail, sedangkan para siswa hanya mendengarkan materi yang disampaikan oleh guru. Kegiatan mandiri dianggap tidak ada maknanya karena guru adalah orang yang serba tahu dan menentukan segala hal yang dianggap penting untuk siswa. Cara penyampaian materi lebih mudah pelaksanaannya bagi guru dan tidak ada masalah maupun kesulitan. Guru cukup mempelajari materi dari buku, lalu disampaikan kepada siswa. Di sisi lain, siswa hanya bertugas menerima dan mendengarkan materi yang disampaikan guru, mereka diam dan bersikap pasif.

Namun dengan adanya berbagai temuan dan pendapat, menyebabkan pandangan terhadap siswa berubah. Pembelajaran aktif adalah suatu pembelajaran yang mengajak peserta didik untuk belajar secara aktif (Hisyam Zaini dkk, 2008: xiv). Dengan belajar aktif, kegiatan pembelajaran akan lebih berpusat kepada siswa yang dapat mempengaruhi keaktifan belajar siswa. Siswa yang cenderung diam akan terpancing untuk bergerak. Pembelajaran ini tidak hanya melibatkan mental siswa, akan tetapi juga melibatkan fisik siswa.

Read more…