Posts from the ‘best moment’ Category

The Real Revolution

Hari ini adalah hari terakhir di tahun 2011. Kemeriahan dan suka cita telah mulai terasa di setiap sudut. Terompet, makanan, petasan, kembang api dan pernik-pernik lain telah disiapkan. Banyak orang yang sangat antusias menunggu malam pergantian tahun 2011 ini, rencana dengan orang-orang terdekat yang telah disusun rapi sejak awal bulan ini pasti sudah mulai terealisasikan. Bahkan mereka mencari tempat-tempat yang favourite untuk merayakannya.

 

Detik-detik pergantian tahun adalah saat yang ditunggu-tunggu oleh banyak orang untuk merayakan atau hanya sekedar menghabiskan waktu dengan orang-orang terdekat. Tapi arti penting malam pergantian tahun sedikit terkalahkan oleh perayaan-perayaan yang banyak disediakan oleh berbagai pihak yang hanya mengambil keuntungan besar dengan perayaan tersebut. Semoga saja kita tidak hanya terlena dengan perayaan malam pergantian tahun, tapi juga menjadikan perenungan yang tulus tentang apa yang telah kita lakukan di tahun ini.

 

Detik-detik pergantian tahun adalah momentum yang baik, untuk  melakukan refleksi dan mengevaluasi diri secara menyeluruh.  Saatnya kita bercermin dengan segenap kerendahan hati dan ketulusan jiwa, tentang apa yang telah kita lakukan di tahun lalu dan apa yang akan kita rencanakan di tahun mendatang.

 

Ingatlah bahwa, “Waktu adalah sesuatu yang tak terbendung, ia akan terus bergerak sekalipun kita telah lelah untuk beranjak dari tempat kita berdiri, ia akan terus melangkah ke depan sekalipun kita telah kehilangan semangat dalam mengarungi kehidupan ini”.
Read more…

best moment

Salah satu pengalaman menarik yang pernah saya alami terjadi ketika saya duduk di kelas X, tepatnya pada saat mata pelajaran Bahasa Indonesia. Pada saat itu adalah hari ulang tahun saya yang ke-15 tahun. Hari itu menjadi salah satu hari paling special untuk saya, karena saya mendapat sebuah kejutan dari ibu Titik, guru bahasa Indonesia saya. Pagi itu pelajaran baru saja dimulai, kami diperintahkan untuk membuat percakapan langsung, seperti biasa kami langsung mengerjakannya, dan bu Titik memeriksa pekerjaan kami secara bergiliran. Tiba-tiba saya dipanggil kedepan dan diperintahkan untuk menghapus papan tulis. Saya merasa bingung karena hari itu bukan jadwal piket saya, tetapi tanpa curiga sadikitpun saya langsung mengerjakannya. Setelah selesai menghapus papan tulis saya segera kembali ke tempat duduk, tetapi bu Titik menghentikan langkah saya dan dengan nada suara yang sedikit tinggi beliau menegur saya. Pada saat itu saya merasa sedikit takut, karena saya merasa tidak melakukan kesalahan apapun. Setelah beberapa menit beliau menegur saya, beliau lalu memberi ucapan selamat ulang tahun kepada saya, dansaya merasa sangat kaget sekaligus senang. Saya heran dari mana beliau mengetahui hari ulang tahun saya, dan ternyata beliau tahu dari percakapan teman saya yang membahas tentang hari ulang tahun saya. Hari itu tidak akan bisa saya lupakan karena hari itu adalah salah satu pengalaman saya yang berkesan.