Model Pembelajaran Problem Posing

Menurut Trianto (2010: 53) model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur sistematik dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu dan berfungsi sebagai pedoman bagi perancang pembelajaran dan para guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran.

Dalam proses pembelajaran yang dilakukan di Indonesia bahkan dunia ada beberapa  model pembelajaran yang dapat digunakan oleh para pengajar sehingga dalam proses pembelajaran diharapkan mampu mencapai hasil yang diharapkan. Diantara model pembelajaran tersebut adalah model pembelajaran Problem Posing (pengajuan masalah).

Problem posing (pengajuan masalah) merupakan salah satu proses pembelajaran yang berbasiskan konstruktivisme. Penekanan teori ini adalah bahwa siswa sebagai pelajar tidak hanya menerima pengetahuan tapi secara aktif mengonstruksinya secara individual.

Model pembelajaran problem posing ini mulai dikembangkan di tahun 1997 oleh Lyn D. English, dan awal mulanya diterapkan dalam mata pelajaran matematika. Selanjutnya, model ini dikembangkan pula pada mata pelajaran yang lain.

Mengenai peranan problem posing dalam pembelajaran matematika, Sutiarso menjelaskan bahwa problem posing adalah suatu bentuk pendekatan dalam pembelajaran matematika yang menekankan pada perumusan soal, yang dapat mengembangkan kemampuan berpikir matematis atau menggunakan pola pikir matematis.

Brown dan Walter menyatakan bahwa pengajuan masalah matematika terdiri dari dua aspek penting, yaitu accepting dan challenging. Accepting berkaitan dengan kemampuan siswa memahami situasi yang diberikan oleh guru atau situasi yang sulit ditentukan. Sementara challenging, berkaitan dengan sejauh mana siswa merasa tertantang dari situasi yang diberikan sehingga melahirkan kemampuan untuk mengajukan masalah matematika.

Silver menemukan bahwa pendekatan problem posing merupakan suat aktivitas dengan dua pengertian yang berbeda yaitu:

  • Proses pengembangan matematika yang baru oleh siswa berdasarkan situasi yang ada
  • Proses memformulasikan kembali masalah matematika dengan kata-kata sendiri berdasarkan situasi yang diberikan. Dengan demikian, masalah matematika yang diajukan oleh siswa mengcu pada situasi yang telah disiapkan oleh guru.

Dari beberapa pendapat para ahli, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran problem posing adalah suatu model pembelajaran matematika dimana siswa diminta untuk merumuskan, membentuk dan mengajukan pertanyaan atau soal dari situsi yang disediakan. Situasi dapat berupa gambar, cerita, atau informasi lain yang berkaitan dengan materi pelajaran.

Penerapan model pembelajaran problem posing adalah sebagai berikut:

  • Guru menjelaskan materi pelajaran kepada para siswa. Penggunaan alat peraga untuk memperjelas konsep sangat disarankan.
  • Guru memberikan latihan soal secukupnya.
  • Siswa diminta mengajukan 1 atau 2 buah soal yang menantang, dan siswa yang bersangkutan harus mampu menyelesaikannya. Tugas ini dapat pula dilakukan secara kelompok yang beranggotakan 4-5 siswa.
  • Guru menyuruh siswa untuk menyajikan soal temuannya di depan kelas. Siswa lain bertindak sebagai audiensi yang punya hak untuk menyangkal, bertanya dan memberikan masukan, sehingga pembelajaran berlangsung hangat dan guru hanya berperan sebagai moderator.
  • Guru dan siswa membuat kesimpulan dari materi pelajaran yang telah disampaikan.
  • Guru memberikan tugas rumah untuk dikerjakan secara individu.

Terdapat 3 tipe Problem Posing yang dapat diaplikasikan, yakni sebagai berikut:

  • Pre solution posing, yaitu jika seorang siswa membuat soal dari situasi yang diadakan. Jadi guru diharapkan mampu membuat pertanyaan yang berkaitan dengan pernyataan yang dibuat sebelumnya.
  • Within solution posing, yaitu jika seorang siswa mampu merumuskan ulang pertanyaan soal tersebut menjadi sub-sub pertanyaan baru yang urutan penyelesaiannya seperti yang telah diselesaikan sebelumnya. Jadi, diharapkan siswa mampu membuat sub-sub pertanyaaan baru dari sebuah pertanyaan yang ada pada soal yang bersangkutan.
  • Post solution posing, yaitu jika seorang siswa memodifikasi tujuan atau kondisi soal yang sudah diselesaikan untuk membuat soal yang baru yang sejenis.

Kekuatan-kekuatan model pembelajaran problem posing sebagai berikut:

  • Memberi penguatan terhadap konsep yang diterima atau memperkaya konsep-konsep dasar.
  • Diharapkan mampu melatih siswa meningkatkan kemampuan dalam belajar.
  • Orientasi pembelajaran adalah investigasi dan penemuan yang pada dasarnya adalah pemecahan masalah.